2026-01-04
Dalam operasi laboratorium modern,lemari biosafety (BSC)telah menjadi salah satu peralatan inti untuk memastikan keselamatan personel, melindungi lingkungan, dan mencegah penyebaran patogen.penelitian biomedis, manufaktur farmasi, analisis patologi, atau pemantauan lingkungan, lemari biosafety memainkan peran yang tak tergantikan.
Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang skenario yang berlaku dari lemari biosafety, membantu manajer laboratorium, petugas pengadaan peralatan,dan peneliti lebih memahami fungsi dan pentingnya.
Kabinet biosafety adalah perangkat yang dirancang untuk menangani bahan berbahaya, terutamabahaya biologisFungsi utamanya meliputi:
Perlindungan personel
Lemari keamanan biologis secara efektif mencegah gas berbahaya, mikroorganisme, atau virus yang dihasilkan selama eksperimen menyebar melalui udara dan menginfeksi operator.
Perlindungan sampel
Melalui sistem filtrasi yang efisien, lemari biosafety memastikan bahwa sampel eksperimen tidak terkontaminasi oleh udara eksternal.
Perlindungan Lingkungan
Sistem knalpot lemari biosafety mencegah patogen dilepaskan ke lingkungan laboratorium eksternal, menjaga kualitas udara di sekitarnya.
Lemari keamanan biologi umumnya diklasifikasikan menjadiKelas I, kelas II, dan kelas III, masing-masing cocok untuk lingkungan laboratorium yang berbeda.
Kelas I lemari biosafety adalah jenis yang paling dasar dan cocok untuklingkungan laboratorium berisiko rendahMereka terutama digunakan untuk menangani sampel yang tidak berbahaya, seperti kultur sel dan kultur mikrobiologis umum.Mereka tidak sepenuhnya mengisolasi udara luar dari area kerja internal.
Skenario yang berlaku:
Laboratorium penelitian dasar
Laboratorium pemantauan lingkungan
Percobaan yang melibatkan mikroorganisme non-risiko tinggi
Kelas II biosafety lemari yang banyak digunakan di laboratorium penangananpatogen berbahaya, virus, atau bakteriMereka memberikan perlindungan yang ditingkatkan melalui teknologi sepertiAliran udara dua arahdanFiltrasi HEPA (High-Efficiency Particulate Air), memastikan keselamatan staf dan lingkungan laboratorium.
Skenario yang berlaku:
Laboratorium klinis: Terutama untuk isolasi dan kultur patogen
Laboratorium patologi: Deteksi dan budidaya virus, bakteri, dan jamur
Pabrik farmasi: Operasi aseptik dalam produksi biofarmaseutikal
Laboratorium penelitian hewan: Penanganan sampel yang melibatkan patogen zoonosis
Kelas III lemari biosafety dirancang untukpercobaan berisiko tinggi, seperti operasi yang melibatkanpatogen yang sangat mematikanMereka menyediakan isolasi fisik yang lengkap, biasanya menampilkankontrol tekanan negatifdan astruktur tertutup penuh, menawarkan tingkat perlindungan tertinggi bagi operator dan lingkungan.
Skenario yang berlaku:
Laboratorium patologi canggih yang menangani sampel biologis yang sangat berbahaya
Laboratorium penelitian patogen khusus yang mempelajari agen yang sangat menular (seperti kolera atau anthrax)
Memilih jenis lemari keamanan biologi yang tepat tergantung pada kebutuhan penelitian laboratorium dan tingkat risiko percobaan.
Tentukan tingkat keamanan yang diperlukan berdasarkan jenis dan tingkat bahaya patogen yang terlibat.
Prosedur eksperimen yang berbeda membutuhkan tingkat perlindungan yang berbeda. Misalnya, kultur sel dan deteksi virus melibatkan risiko operasional dan persyaratan perlindungan yang berbeda.
Tata letak laboratorium dan konfigurasi peralatan yang ada harus dipertimbangkan. Misalnya, lemari biosafety Kelas III membutuhkan ruang yang cukup untuk menampung sistem tekanan negatif yang kompleks.
Kabinet keamanan biologis tingkat tinggi membutuhkan perawatan yang lebih intensif, termasuk penggantian filter secara teratur dan pemeriksaan sistem.peraturan biosafety nasional dan internasional dapat mempengaruhi pemilihan peralatan.
Sebagai perangkat penting untuk memastikan keselamatan laboratorium dan melindungi kedua personel dan lingkungan,lemari biosafety sangat diperlukan di laboratorium modernMemahami skenario yang berlaku dari berbagai jenis lemari biosafety tidak hanya membantu dalam memilih peralatan yang tepat tetapi juga memastikan operasi laboratorium yang aman dan sesuai.
Manajer laboratorium harus membuat keputusan berdasarkan persyaratan eksperimental tertentu dan parameter teknis untuk mendukung penelitian ilmiah yang aman, efisien, dan berkelanjutan.